Tuesday, April 23, 2013

Happy 1st Birthday Alaric


Happy 1st Birthday anak ayah dan bunda..

Tidak terasa sudah 1 tahun engkau menerangi hidup kami.

Semoga engkau selalu diberi keselamatan dan kesehatan, menjadi anak yang sholeh, rajin dan pintar, rajin ibadahNya, bisa menjadi penerus Qur'an dan Hadist, juga selalu dimudahkan rezeki oleh Allah SWT.

Aamiin :-)

Monday, March 11, 2013

(Artikel) Bayi Dibawah 1 Tahun Jangan Diberi Madu

Posting disini juga deh, soalnya suka 'gerah' kalau ada yang kasih saran baby nya harus dikasih madu untuk sarana pengobatan *ambil kipas angin*.

Terus kejadian yang terakhir ya dalam perjalanan menuju pengajian, cerita nya saya nebeng mobil salah satu anggota pengajian *karena bawa Alaric jd ga bisa naik motor*. Nah, di mobil nya ternyata sudah dibooking juga sama 2 orang nenek2. Dalam perjalanan, cerita punya cerita, sampailah pada bahasan bahwa kalau anak demam, batuk pilek, jangan lupa diberi madu aja supaya lekas sembuh.

Nah, membantahlah saya tentang pemberian madu ini. Dan sudah bisa ditebak endingnya... saya 'dikeroyok' oleh nenek2 itu :-p



BAYI DIBAWAH 1 TAHUN JANGAN DIBERI MADU
 
Madu adalah salah satu pemanis alami yang banyak disukai orang. Tapi para orangtua sebaiknya tidak memberikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun, karena berisiko terkena botulisme pada bayi.

Botulisme adalah salah satu jenis keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian.

Madu memang memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh seseorang, seperti untuk penambah stamina atau dipercaya memiliki sifat antimikroba.

Namun hal ini sepertinya tidak akan berlaku pada bayi yang belum genap berusia 1 tahun. Karena kemungkinan bukan manfaat tersebut yang didapatkan tapi bisa mengakibatkan botulisme pada bayi.

Seperti dikutip dari Pediatrics.about.com, Selasa (25/5/2010) bahwa bayi berusia di bawah 12 bulan memiliki risiko terkena botulisme jika mengonsumsi madu, sehingga sebaiknya dihindari.

Hal ini disebabkan spora dari bakteri Clostridium botulinum ini dapat ditemukan dalam madu alami, ketika madu tersebut masuk ke dalam tubuh dan dicerna oleh bayi maka spora dari bakteri ini akan melepaskan toksin yang dapat menyebabkan botulisme (keracunan).

Badan standar makanan (Food Standards Agency) Amerika Serikat merekomendasaikan sebaiknya memberikan madu setelah bayi berusia di atas 1 tahun, karena pada usia tersebut sistem pencernaannya sudah cukup matang untuk tidak membiarkan bakteri tersebut tumbuh di dalam tubuh.

Sedangkan saat usianya masih di bawah 1 tahun sistem pencernaannya belum matang sehingga rentan terhadap keracunan botulisme dari makanan.

Spora botulinum secara luas ditemukan pada beberapa pemanis lain seperti sirup mapel dan sirup jagung, namun memang lebih cenderung berada di dalam madu.

Karenanya orangtua harus memastikan setiap kandungan yang terdapat di dalam makanan olahan untuk bayinya, terutama yang belum di pasteurisasi (diolah dengan cara pemanasan).

Botulisme pada bayi bisa mematikan jika tidak terdeteksi sejak dini, hal ini karena sifat menyebar yang dimiliki oleh toksin tersebut.

Orangtua sebaiknya mengenali tanda-tanda dari botulisme pada bayi, yaitu:

- Biasanya diawali dengan sembelit atau susah buang air besar.
- Mengalami kelemahan otot akibat adanya kerusakan sistem saraf.
- Bayi akan menangis dan lama kelamaan akan menjadi lebih lemah.
- Bayi akan mengalami kesulitan makan dan menelan.
- Kelemahan yang dialami bayi akan membuatnya menjadi lesu.

Bayi memiliki risiko lebih besar pada enam bulan pertama kehidupannya, karena itu orangtua harus mencatat setiap kesehatan dan perubahan yang terjadi pada bayinya.

Orangtua sebaiknya menjaga kebersihan dan mengelola makanan yang akan dikonsumsi oleh bayi dengan teliti, serta dianjurkan untuk lebih menahan diri saat memberikan makanan pada bayinya terutama makanan yang terlalu manis.

Sumber : Detik Health

Friday, March 8, 2013

Dokter Idaman ?

Wajah lesu ketika nunggu antrian di Hermina Arcamanik, tapi ttp pengen bermain


Bicara tentang dokter, boleh dibilang saya termasuk type yang mudah gonta ganti dokter apabila dokter yang saya temui tidak berkenan dihati. Tapi apabila sudah menemukan yang sreg dan pas dihati, jangan harap saya bisa pindah ke lain hati .. eh maksudnya ke dokter lain kecuali kalau kepepet :-)

Ga percaya ? yang dibilang paling ekstrem sama teman n saudara adalah dengan dokter gigi. Jadi ceritanya saya punya dokter gigi keluarga alias sejak dari kecil kami sekeluarga sudah seperti saudara dengan beliau. Saya pun selalu begitu... walaupun pernah cocok ke dokter gigi lain dan pernah juga berobat ke dokter gigi yang lain lagi - karena si dokter gigi hrs PTT, domisili si dokter gigi sudah pindah kota bahkan propinsi, tetap saja ujung2nya dibelain menempuh perjalanan selama +/- 2 jam :-(.

Pas nikah dengan si ayah, suatu hari saya pamit (via telepon) untuk berobat ke dokter gigi idaman. Karena dulu masih LDR sudah pasti si ayah ga bisa antar. Pas ditanya dimana dokter nya ? saya jawab .. rumahnya sih di Rawalumbu, Bekasi Barat, tapi krn dia prakteknya hanya di Puskesmas (maklum skrg sdh berumur) jadi nanti mau ke Puskesmas nya aja. Si ayah tanya lagi, dimana puskesmas nya ? dijawab di Tambun :-) .. Langsung deh ga bisa bayangin ekspresi nya si ayah  ... ha ha ha ... Gimana ga ketawa si ayah, karena hanya jalan bbrp langkah aja dari rumah sudah ada 2 praktek dokter gigi, nah ini malah jauh2 ke Tambun nahan rasa sakit :-p

Back to dokter ...
Di tempat tinggal saat ini saya masih belum menemukan dokter anak yang cocok untuk Alaric.  Sebenarnya sudah merasa sreg dengan DSA nya waktu dia lahir, tapi karena terlalu jauh dan aktivitas saat beberapa bulan kedepannya hanya Imunisasi, jadi kita pindahkan ke salah satu Klinik Kebidanan yang terdekat dari rumah.

Tapi ... selain DSA nya antriannya puanjannnggg, juga kalau konsult pasti cuma sebentar banget. Jadi kurang puas kalau konsult sama dia.  Selain itu kalau mau imunisasi juga antriannya sdh seperti antrian sembako alias jam 6 pagi sdh hrs daftar via telepon (itu juga susah banget n seringnya si ayah yg pagi2 lsg daftar ke sana). Pas sdh dtg ternyata antriannya juga per kedatangan alias no yang sdh didapat ga ada guna nya. Jadi ya kasian untuk para baby apalagi yang masih newborn kalau menunggu giliran imunisasi.

Sebenarnya ada juga sih DSA yang praktek di ruko depan komplek. Tapi karena prakteknya hanya malam hari, jadi agak sulit n kasian kalau Alaric sedang sakit trs dibawa malam2 naik motor walaupun hanya ke depan komplek.

Nah, terakhir kali Alaric sakit adalah Batuk Pilek dan sudah dilakukan Home Treatment ternyata tidak berhasil. Jadilah ketika batas waktu home treatment usai kita harus segera ke dokter (krn ga tega liat dia batuk kering n susah mengeluarkan dahak) dan itu terjadi di hari Minggu dimana susah mencari dokter yang praktek. Akhirnya setelah tanya kesana kemari, kita pergi ke Hermina Arcamanik. 

Selama menunggu antrian dokter nya yang cukup makan waktu lama, sempat ngobrol dgn si ayah kira2 bagaimana type dokternya, alias maukah beliau memberikan konsult yang lama sesuai dgn tarifnya di hari Minggu :-). Alhamdulillah, ketika akhirnya tiba giliran Alaric, ternyata selain ramah, DSA nya juga mau menjawab setiap pertanyaan yang kita ajukan, malah akhirnya sampai berlanjut ke sesi MPASI. Dan .. ketika saya coba tanya, apakah obat yang diberikan ada yang berupa antibiotik, beliau menjawab, tidak saya berikan antibiotik karena mmg tidak diperlukan *langsung senang karena ini pasti DSA yang RUM*

Namun ... hingga beberapa hari kedepannya ternyata kondisi Alaric bukannya membaik malah bertambah parah. Setiap dia batuk pasti seperti kesusahan untuk mengeluarkan dahak sampai akhirnya muntah :-(

Kalau sudah begini jadi mikir lagi tentang penggunaan antibitok *galau RUM ceritanya* Mencoba bertahan dgn obat yang masih ada, tapi lama kelamaan ga tega juga liat selalu muntah kalau batuk.

Akhirnya, kita bawa lagi Alaric berobat ke DSA di ruko depan kompleks. Dan .... kali ini dia minta mengganti obat batuk dari DSA sebelumnya dgn obat racikan, dan dijelaskan ada unsur antibiotiknya.

Galau lagi deh, karena di pikiran tiba2 terbayang tentang RUM dan banyak nya ibu2 yang memilih tidak memberikan ke anak ketika diresepkan antibiotik  *korban internet*

Tapi .. segera tersadar, Insya Allah DSA sudah pasti tahu manfaatnya dan dosis yang tepat utk anak. Jadilah sepulangnya dari DSA langsung memberikan ke Alaric dgn harapan semoga cepat hilang batuk pilek nya.
Alhamdulillah , Qodarullah tidak berapa lama Alaric sembuh dari batuk pilek :-) .

Jadi, sudahkan menemukan DSA yang tepat untuk Alaric ? ... seperti nya belum juga deh :-)



Tuesday, January 29, 2013

Alaric 9 months




- Gigi nya sudah numbuh 4 lagi dan diatas semua
- Sudah ga mau diam, dan makin mahir memanjat
- Sudah tidak tertarik dengan baby toys alias lbh tertarik dengan kabel, charger, telepon dan stop kontak :-) 

Thursday, December 27, 2012

Alaric 8 months


Perkembangannya ketika memasuki usia 8 bulan diantaranya :
  • Selalu ingin posisi berdiri dan sudah bisa bersandar atau berpegangan
  • Mau nya manjat2. Apalagi ketika kita ambil posisi untuk menggendong, otomatis kakinya langsung menjejak ke badan kita trs naik sampai ke pundak
  • Mengerti keberadaan orang, sehingga kalau ditinggal otomatis langsung nangis
  • Mengerti jika dipanggil nama nya
  • Sudah mulai merangkak dan mengacak2 pakaian, buku atau apalah yang ada disekitarnya. 
  • Sudah senang membaca alias membolak balik majalah/koran
  • Untuk makan,  sudah pasti kemampuan mengunyahnya bertambah. Dan karena dia sudah ada gigi sejak lahir, maka tekstur makanan halus alias diblender tidak ada, karena dia lebih pilih bubur saring.
 
Hanya memang saat ini jam tidur nya harus di disiplinkan lagi, karena super Amburadul :-(
Bisa2 jam 2 dia sudah ON, trs baru tidur lagi ketika kita ortunya sudah berangkat kerja.
Ini semua berawal ketika dia sakit. Awalnya panas sampai memuncak hampir 38'C, trs tiba2 menurun sampai akhirnya keluar ruam2 di badan.
Sebenarnya Alaric termasuk baby yg tetap super aktif  ketika sakit. Tapi kalau sudah ngantuk n lelah baru deh dia rewel dan tidak mau tidur. Untungnya aja si ayah termasuk type ayah siaga, jadi kalau malam bisa bergantian tidurnya. Alias kalau bunda nya sudah capek dan ngantuk, si ayah tidak segan2 untuk mengganti clodi dan menyiapkan susu kalau Alaric haus. Jadi bundanya bisa tidur dengan nyenyak.

Sempat mengira terkena roseola, tapi Alhamdulillah walaupun tanda2 nya hampir sama tapi ternyata bukan. Kata dokternya karena ruam yang muncul tidak sebanyak jika terkena roseola. Dan karena penyebabnya virus, jadi oleh dokter tidak diberi obat apa pun untuk penyembuhannya. 

Cuma .... karena bersamaan pula dengan batuk pilek yang tidak kunjung sembuh, akhirnya dokter memberitahu untuk memberikan antibiotik, karena dilihat batuknya sudah menimbulkan radang di tenggorokan.
 
 

Thursday, November 22, 2012

Alaric 7th Months

 Di Pool Wave, Kampung Gajah - Lembang. Umur 6m3w4d

Tidak terasa 7 bulan sudah Alaric berada ditengah2 kami.
Banyak pembelajaran yang saya dapat sebagai seorang ibu, juga bersama ayahnya untuk belajar menjadi orang tua terbaik untuknya. 

Selama 7 bulan ini Alhamdulillah tidak ada sakit yang terlalu serius terjadi. Paling hanya batuk pilek yang biasa dialami bayi dan itupun penanganannya cukup hanya dengan home treatment dirumah.


Alaric_7m

Sudah banyak kepintaran yang diperolehnya sampai dengan usia 7 bulan ini semisal :
- Tumbuh gigi dari lahir (udah tau ya .. he he)
- Berhasil tengkurap di usia 2 bulan, tapi kemudian nangis karena tidak bisa balik
- Sejak umur 3 bulan sudah lepas segala macam peralatan pendukung tidur seperti selimut, dll. Karena kalau dipakaikan dijamin bisa langsung tergulung2 dibadannya karena posisi tidurnya yang sdh tidak bisa diam. Jadi solusinya kalau untuk tidur malam ya pakai baju lengan panjang plus kaos kaki kalau suhu di Bandung sedang dingin.
- Sudah menguasai tempat tidur dari usia 4 bulan alias kalau awalnya tidur di ujung, sdh pasti bbrp saat kemudian dia sudah bergerak ke tengah. Bahkan kadang2 sudah nempel dibelakang punggung bundanya

Dan ... di tepat di usia 7 bulannya, Alaric sudah mulai belajar merangkak 

 

Kalau tumbuh kembang lainnya Alhamdulillah sesuai dengan umurnya :-)


 1st MPASI di rumah mbah Indramayu_6m4d

Untuk MPASI sendiri baru dimulai ketika umur 6m4d sebab bunda ingin menyuapi langsung pas pertama kali. Karena pas umur 6m jatuh pada hari Senin, jadi diputuskan ditunda sampai libur Idul Adha, dan kebetulan sedang mudik kerumah mbahnya di Indramayu.
Oh iya, karena setelah membaca, menimbang dan memutuskan berbagai macam metode dan menu MPASI, maka utk 1st MPASI nya saya pilih sesuai panduan WHO alias serelia dahulu. Tapi lama2 ya kacau juga karena 'gatel' melihat menu2 MPASI juga kdg2 ketika mencari bahan nya tidak ada stock di supermarket. 

Alhamdulillah, selama 1 bulan sudah berhasil lulus  beras merah, beras putih, kacang hijau, alpukat, pear, kabocha, kentang, ubi, pisang, brokoli, melon dan jeruk. Memang sih saya tidak menerapkan aturan 4DR untuk tes alergi nya. Karena ada bbrp yang cuma sampai 2 hari.
Dan yang paling bikin bahagia karena selama 1 bulan dia MPASI tidak ada istilah Gerakan Tutup Mulut, bahkan setiap makanan untuknya sebagian besar tandas alias habis :-).

Pengennya sih, selama masih bisa (dan harus bisa) saya akan membuat sendiri semua makanan untuknya alias MPASI Rumahan setidaknya sampai dia sudah boleh makanan yg mengandung gula garam. 
Mudah2an aja berhasil.. Aamiin... SEMANGAT !

Tuesday, November 6, 2012

Alaric dan Cloth Diapers


Dari sebelum Alaric lahir saya memang sudah tertarik dengan Clodi alias Cloth Diapers. Pertama kali baca2 tentang penanganan Clodi kog sepertinya ribet ya, tapi lama kelamaan malah semakin penasaran sama clodi ini, apalagi kalau liat model, motif dan warnanya yang lucu2 *kata bundanya*

Sebenarnya apa sih cloth diaper ? 
Cloth = Kain
Diaper = Popok

Jadi cloth diaper ya si popok kain. Tapi yang pasti popok kainnya sudah modern dan mampu menyerap pipis bayi hingga beberapa kali.

Nah, disini saya cuma mau cerita berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi selama Alaric memakai Clodi

SMART NAPPY by MOTHER CARE
Ini clodi  yang pertama kali dipakai Alaric sejak puput pusar. Memang sih sesekali masih dipakaikan popok kain tradisional. Kenapa ? karena pipis bayi NB kan banyak n sering sedangkan  stock smart nappy nya cuma sedikit :-). 
Daya serap insertnya lumayanlah untuk newborn, karena seperti handuk yang pasti tidak kasar untuk bayi (menurut saya).

Harga ? maaf ga tahu, karena ini tiba2 dikirim sama salah satu teman baik *thanks to Mama Jenna*. Tapi kalau mau tahu bisa datang ke Mother Care Store atau sepertinya di babyshop juga banyak yang jual.

 PEMPEM

Pempem ini clodi yang pertama Bunda beli. Langsung beli 2 (satunya motif perkakas) karena lapar mata :-).
Karena katanya untuk newborn lebih baik pilih insert bamboo (serat bamboo asli), makanya bunda pilih bamboo daripada microfiber (serat buatan).
Kekurangannya mungkin karena Alaric termasuk type baby heavywetter maka lbh banyak dipakai pada siang hari. 


CLUEBEBE


Kalau yang ini Cluebebe Clasic dengan Insert Eucalyptus. Suka nya lagi karena insertnya ini memanjang (ukuran 12 x 115 cm) dan pemakaiannya dilipat 3. Cocok untuk yang heavywetter dan untuk pemakaian malam hari karena daya tampungnya lebih banyak (-/+ 300cc)

ICONIC KIDS



Beli Iconic Kids ini karena disupport sama si ayah yg notabene Barca Mania :-)

Nah yang ini merupakan Type Fitted Pocked Diaper       
Bahan Luar     : Soft cotton
lapisan Dalam  : Polar fleece

Fitted Diaper ini merupakan popok yang sudah dibuat dengan pola, bentuk dan size yang pas (fitted). Ukuran nya juga dibuat berbeda untuk setiap rentang usia bayi.

 
NVME


Kalau ini juga suka karena cuttingnya slim, cocok untuk Alaric yang termasuk golongan baby langsing. Dipakai untuk tidur malam juga tidak masalah, alias tidak bocor.  Karena NVME dilengkapi dengan mushroom soaker (1 layer mushroom liner untuk stay dry effect + 4 layer microfiber). Sudah gitu double gussets nya membentuk fitur 3 dimensi, untuk mencegah bocor sampir saat tidur miring atau saat si pipisnya deras. Cocok untuk Aric yang heavywetter.
.
PUMPKINS 


 
Nah ... ini juga termasuk clodi favorit Alaric (ehhh maksudnya Bunda deh).

Suka banget sama insertnya, baik yang microfiber ataupun bamboo (serat bamboo nya halus banget). Dan yang pasti tidak bocor dan bisa digunakan untuk tidur malam.

Ini dulu ya reviewnya, karena masih ada beberapa clodi merk lain yang dipakai Alaric.


Buat yang ingin tahu lebih banyak tentang clodi dan training pants, yuk mampir ke tokonya Bunda Alaric yaitu Rayya Mom n Baby Shop, yang ada di FB :-)